Sumprit's Blog

Mei 20, 2009

mbs,manajemen berbasis sekolah

Filed under: Uncategorized — Tag:, , — sumprit @ 2:06 pm

B. Pelaksanaan MBS
MBS sebagai terjemahan dari SCHOOL BASED MANAGEMENT adalah Ssuatu pendekatan yang bertujuan utnuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, , kepala sekolah , orang tua siswa, dan masyarakat . MBS mengubah system pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat local (local stake holders) (Chapman.1990).

Pada pelaksanaanya di sadari bahwa pemberian kewenangan kepada sekolah melalui pendekatan MBS memerlukan proses dan waktu. Salah satu aspek yang memerlukan proses dan waktu adalah desain organisasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dimana sekolah mempunyai ruang gerak yang lebih leluasa. Sehingga sekolah secara kreatif dan bertanggung jawab dapat mengelola program-programnya secara efektif dan efisien.
Mohrman dkk. Menekankan bahwa MBS mensyaratkan
1. adanya kebutuhan untuk berubah atau inovasi
2. adanya restrukturisasi organisasi pendidikan dan,
3. proses perubahan sebagai proses belajar
ada juga yang menambahkan dengan adanya budaya professional(corporate culture) di sekolah.
Model MBS di Negara Indonesia tidak seluruh masalah pendidikan menjadi wewenang dan tanggung jawab sekolah, namun terdapat pembagian kewenangan antara pusat, provinsi , kabupaten/kota, kecamatan dan sekolah dalam mengelola pendidikan . Artinya MBS tidak diartikan sebagai otonomi penuh sekolah karena terdapat visi dan misi yang perlu dipertahankan termasuk standar mutu. Dengan begitu, model MBS di Indonesia perlu memperhatiakn visi dan misi di samping visi , misi daerah dan institusi sekolah dengan muatan lokalnya dalam stuktur kurikulum belajar.
Agar efektif, pelaksanaan MBS memerlukan perangkat pelaksanaan sebagai berikut:
1. Kesiapan Sumber daya manusia yang terkait dengan pelaksanaan MBS
Upaya mempersiapkan SDM dapat dilaksanakan dalam bentuk
a. sosialisasi melalui media massa, forum-forum ilmiah dan media massa
b. pelatihan yang dilaksanakan bagi kepala sekolah, pengawas, guru dan unsure unsure lain yang terkait
c. uji coba dengan memilih daerah dan sekolah yang mewakili kriteria -kriteria sebagai uji coba MBS.

2. Tingkat kemampuan sekolah / kategori sekolah dan daerah
Kategori sekolah mencakup
a. jenjang sekolah yang terdiri dari SD Negeri/Swasta, SLTP/MTS negeri/swasta
b. kemampuan manajemen sekolah yang dikategorikan sebagai sekolah dengan kemampuan tinggi ,sedang, rendah.
c. kriteria daerah yang yaitu daerah yang terdiri dari pendapatan tinggi, sedang, dan rendah.

3. peraturan/ kebijakan dan pedoman
pedoman pelaksanaan terdiri dari dua jenis yaitu pedoman dari pusat yang terdiri dari seperangkat peraturan yang di perlukan untuk pelaksanaan otonomi pada masing-masing unsur ,pedoman MBS yang dirumuskan sedimikian rupa mencakup kerangka nasional dan otonomi sekolah dan meliputi : rencana sekolah, pembiayaan , monitoring dan evaluasi.

4. rencana sekolah
rencana sekolah disusun oleh kepala sekolah dengan partisispasi masyarakat yang tergabung dalam dewan sekolah atau komite sekolah perlu mendapat persetujuan pemda. Dalam rencana sekolah dimuat visi dan misi sekolah, tujuan, nilai nilai nasional dan local serta prioritas program. Rencana sekolah menitik beratkan pada kurun waktu tertentu.

5. rencana pembiayaan
sekolah menyusun anggaran yang terdiri dari sumber-sumber dana pemerintah, orang tua siswa, dan masyarakat . semua dana di kelola sekolah. Anggaran disusun berdasarkan program dan di perhitungkan berapa biaya yang di perlukan untuk melaksanakan kegiatan dengan prinsip efisiensi, bukan semua dana di habiskan. Anggaran mempunyai fungsi pengendalian yang dapat menganalisis sebab jika terdapat perbedaan antara anggaran dengan realisasi. Hal- hal yang menyebabkan ketidakefisienan atau pemborosan dan terjadinya perubahan harga.
Model MBS yang diterapkan di SDN 01 Blorong, juga mirip dengan yang sudah dipaparkan tadi, namun MBS di SDN 01 Blorong masih perlu di tingkatkan lagi, karena baru saja diterapkan model ini jadi masih awam dalam pengelolaanya. Sumber daya manusia untuk MBS di SDN 01 Blorong sudah cukup memenuhi, sering kali guru maupun kepala sekolah mengikuti penataran serta pelatihan pelatihan
Sekolah ini pada jenjang sekolah dasar yang terletak di daerah dengan pendapatan kota yang sedang tidak terlalu tinggi, sedangkan kemampuan manajemen sekolah termasuk tinggi. Dalam pelaksanaan mengikuti pedoman dari pemerintah.
Untuk rencana program telah susun untuk jangka waktu satu tahun atau satu ajaran, yang sering di tulis dalam program kerja dengan mempertimbangkan visi dam misi sekolah serta tujuan sekolah. Sedangkan untuk rencana pembiayaan di gunakan prinsip ke efesiensian agar tidak terjadi pemborosan sehingga anggaran dan realisasinya seimbang.
Keberhasilan MBS sangant tergantung pada:
1. Dukungan dan komitmen dan kesungguhan untuk melaksanakan MBS.
Stakholders mendukung pelaksanaan MBS. Stakeholders mengetahui alas an dan keuntungan melaksanakan MBS. Tanpa ada dukungan Stakeholders MBS akan sulit di terapkan karena salah satu cirri MBS adalah partisipasi masyarakat
2.Kemampuan melaksanakan pembaharuan
Melaksanakan MBS berarti sekolah meninggalkan system pengelolaan yang lama dan memulai dengan cara yang baru. Ini berarti sekolah akan menjalani proses pembaharuan. Sekolah harus sadar bahwa sesuatu yang baru itu belum tentu akan langsung diterima. Oleh karena itu harus memiliki kemampuan untukmengadakan pembaharuan
3. Nilai tambah MBS
Dukungan kepada sekolah akan lebih besar lagi apabila sekolah dengan mengadakan MBS dapat menunjukkan adanya nilai tambah bagi masyarakat.
4. Kemampuan pengembangan potensi
Sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi anak secara maksimal dengan memperhatikan perbedaan individu siswa
5. Dukungan terhadap visi
Lingkungan sosial sekolah mendukung pencapaian visinya. Melaksanakan MBS memerlukan dukungan berbagai pihak terutama komite sekolah , sekolah/badan peran serta masyarakat. Organisasi pendukung tersebut diharapkan ada pada tingkat sekolah, desa yang dibentuk bersama oleh sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sekitar untuk mencapai visidan sasaran yang telah ditentukan bersama.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: