Sumprit's Blog

Mei 20, 2009

komite sekolah dan dewan sekolah

Filed under: Uncategorized — Tag:, , — sumprit @ 2:11 pm

Partisi masyarakat ditunjukkan dengan dibentuknya komite sekolah atau dewan sekolah
Pengertian dewan sekolah
Dewan sekolah adalah lembaga/badan khusus yang di bentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholders pendidikan di tingkat sekolah sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendididkan sekolah . dewan sekolah ini terdiri dari unsure-unsur orang tua siswa , wakil siswa , wakil guru-guru, kepala sekolah, wakil tokoh masyarakat, wakil pengusaha atau wiraswasta, wakil pemerintah daerah, dan wakil pejabat pengendali pendidikan
Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidilkan nasional nomor 044/U/202 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah, yaitu pasal 1 ayat 2 bahwa pada setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan di bentuk komite sekolah atas prakarsa masyarakat, satuan pendidikan dan atau pemerintah kota.Secara prinsipil dewan atau komite sekolah di lihat dari konsepnya maka mengacu kepada sebuah lembaga yang mandiri yang mewadahi kontribusi dan peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan pada unit satuan pendidikan.

Tujuan dewan sekolah
1. mewadahi dan meningkatkan peran serta para stakeholders pendidikan di tingkat sekolah dalam merumuskan dan menetapkan berbagai kebijakan pengelolaan sekolah, pengembangan program sekolah, monitoring pelaksanaan kegiatan pendidikan sekolah, dan pertanggungjawaban mutu pendidikan sekolah, dan pertanggungjawaban mutu pendidikan sekolah secara demokratis dan transparan.
2. mewadahi dan meningkatkan peran serta para stakeholders pendidikan di tingkat sekolah dalam memecahkan masalah –masalah pendidikan yang di hadapi sekolah, dan membantu pemerintah memonitoring pengelolaan pendidikan sekolah.
3. memfasilitasi upaya peningkatan kinerja profesionalisme kepala sekolah, guru, dan staf yang lain yang terlibat dalam proses pendidikan anak di sekolah sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang hendak di capai sekolah.
4. menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan sekolah dalam upaya meningkatkan proses belajar mengajar , pengadaan dan pemeliharaan fasilitas pendukung belajar yang baik, pengadaan dan pemeliharaan fasiltas sekolah yang baik, an peningkatan kualitas staf yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
5. mengembangakan dan menetapkan program kurikulum efektif yang sesuai dengan kebutuhan anak dan masyarkat, kebutuhan dan tuntutan global, serta berbagai inovasi yang mendukung peningkata kualitas pendidikan sekolah.
6. memfasilitasi dan mengontrol penerapan system manajemen sekolah yang transparan dan demokratis dalam pendayagunaan berbagai sumber daya yang tersedia sesuai dengan prioritas kebutuhan pelaksanaan program sekolah dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Peran dan Fungsi Komite sekolah secara umum:
1. pemberi pertimbanagan (advisory agency) dalam penetuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2. Pendukung( supporting agency) baik yang berwujud financial, pemikiran , maupun tenaga dalam penyelnggaraan pendidikan disatuan pendidikan.
3. pengontrol (controlling agency) dalm rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
4. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan

Dalam menjalankan perannya, secara umum komite sekolah memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap enyelenggaraan pendidikan bermutu.
2. melakukan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraaan pendidikan yang bermutu.
3. Menampung dan menganalisisi aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.
4. Memberikan masukan, pertimbnagan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan dalam hal:
a. kebijakan dan dan program pendidikan
b. penyusunan RAPBS
c. Kriteria kinerja satuan pendidikan
d. Kriteria tenaga kependidikan
e. Kriteria fasilitas pendidikan,
5. Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisispasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu da pemerataan pendidikan
6. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan
7. melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: